Website Brand Sendiri: Kenapa Turu Bed Mulai Bangun Jalur Digitalnya

Dari Marketplace ke Website Sendiri: Cerita Turu Bed Bangun Jalur Digitalnya

Awalnya, Turu Bed tumbuh seperti banyak brand lainnya.

Jualan aktif di marketplace.
Order terus masuk.
Dan bisnis tetap berjalan dengan baik.

Semua terlihat aman.

Tapi semakin besar penjualan mereka, semakin terasa juga satu hal yang mulai mengganggu:
ketergantungan terhadap marketplace.

Semakin Besar Jualan, Semakin Besar Ketergantungan

Di awal, marketplace memang sangat membantu.

Traffic sudah tersedia dan customer lebih mudah menemukan produk.

Tapi lama-lama Turu Bed mulai sadar kalau semakin besar penjualan mereka, semakin besar juga biaya dan ketergantungan yang ikut tumbuh.

Fee dan Sistem Platform Mulai Terasa

Setiap bulan ada:

  • potongan fee,
  • biaya admin,
  • biaya promo,
  • dan iklan marketplace.

Belum lagi perubahan platform yang kadang bisa langsung mempengaruhi penjualan.

Dan kalau semua order hanya datang dari satu tempat, bisnis jadi cukup rentan saat ada perubahan.

Baca juga: Masih Ragu Bikin Website? Ini 5 Hal yang Sering Ditakutkan Pebisnis

Brand Sulit Punya Hubungan Langsung dengan Customer

Marketplace memang bagus untuk transaksi.

Tapi tidak selalu ideal untuk membangun hubungan brand yang lebih dekat dengan customer.

Karena customer sering hanya mengenal produknya, bukan brand di baliknya.

Akhirnya Turu Bed mulai berpikir:
“Bagaimana kalau bisnis ini punya tempat sendiri?”

Mulai Bangun Jalur Sendiri

Akhirnya mereka memutuskan untuk mulai membangun website brand sendiri bareng Jangkar Digital.

Bukan untuk meninggalkan marketplace sepenuhnya.

Tapi supaya bisnis mereka tidak hanya hidup di sana.

Customer Bisa Datang Langsung ke Brand

Dengan website sendiri:

  • order bisa masuk langsung,
  • customer lebih mudah mengenal brand,
  • dan pengalaman belanja jadi lebih personal.

Brand juga mulai punya kontrol lebih besar terhadap:

  • tampilan bisnis,
  • data customer,
  • dan arah pertumbuhan digital mereka sendiri.

Website Jadi Lebih dari Sekadar Profile

Sekarang website bukan cuma tempat pajang produk.

Tapi sudah jadi channel digital yang aktif membantu penjualan dan branding berjalan bersamaan.

Dan yang paling terasa:
bisnis jadi terasa lebih tenang.

Karena mereka mulai punya jalur sendiri yang benar-benar dimiliki brand.

Baca juga: Tanda Bisnis Anda Sudah Siap Punya Website Ecommerce Sendiri

Kesimpulan

Marketplace tetap bisa jadi channel penjualan yang bagus.

Tapi saat bisnis mulai berkembang lebih besar, punya website sendiri membantu brand punya kontrol yang lebih sehat terhadap pertumbuhan bisnisnya.

Karena bisnis yang stabil biasanya bukan hanya yang ramai jualan, tapi juga yang mulai membangun aset digitalnya sendiri.

Bangun Website yang Benar-Benar Jadi Milik Brand Kamu

Kalau bisnis kamu mulai ada di fase yang sama seperti Turu Bed, mungkin sekarang saatnya mulai membangun jalur digital sendiri.

Bareng Jangkar Digital, yuk mulai bangun website yang bukan cuma terlihat bagus, tapi juga siap membantu growth brand dalam jangka panjang.

Baca juga: Potongan Marketplace Bisa Sampai 20–30%, Seller Masih Untung?

FAQ

Ya. Website membantu bisnis membangun kredibilitas, menjangkau pelanggan melalui Google, dan memiliki aset digital sendiri yang tidak bergantung pada marketplace atau media sosial.

Marketplace membantu mendapatkan traffic, tetapi website memberikan kontrol penuh terhadap branding, data pelanggan, strategi pemasaran, dan pengalaman belanja pelanggan.

Bisa. Website ecommerce modern dapat terintegrasi dengan berbagai payment gateway sehingga pelanggan dapat melakukan pembayaran dengan lebih mudah dan aman.

Website dapat menjadi channel penjualan tambahan yang bekerja 24 jam, membantu calon pelanggan menemukan bisnis Anda melalui Google, dan mempermudah proses repeat order.

Bisa. Dengan optimasi SEO yang tepat dan konten yang relevan, website berpotensi mendapatkan traffic organik dari Google secara berkelanjutan.

Tidak. Website modern umumnya menggunakan CMS yang mudah digunakan sehingga pemilik bisnis dapat mengelola produk, artikel, dan konten tanpa harus memahami coding.

Durasi pengerjaan bergantung pada kebutuhan dan kompleksitas fitur yang dibutuhkan. Semakin lengkap fitur yang diinginkan, biasanya semakin panjang proses pengembangannya.

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Marketplace cocok untuk mendapatkan pelanggan baru, sedangkan website membantu membangun branding, repeat order, dan aset digital jangka panjang.

Ya. Salah satu keuntungan memiliki website sendiri adalah bisnis dapat membangun database pelanggan yang dapat digunakan untuk strategi pemasaran dan pengembangan bisnis ke depan.

Ya. Website dan aset digital merupakan investasi jangka panjang yang sebaiknya menjadi milik penuh bisnis agar dapat terus digunakan dan dikembangkan tanpa bergantung pada pihak lain.

website

Thank you for reading!

Ingin memiliki website profesional yang siap mendukung pertumbuhan bisnis Anda?
Diskusikan kebutuhan Anda bersama tim kami.